Keseruan Lomba Tradisional Antarkelas Milad ke-58 MTs Sunan Kalijogo

DSC03637

Keseruan Lomba Tradisional Antarkelas Milad ke-58 MTs Sunan Kalijogo

Kemeriahan menjelang puncak perayaan Milad ke-58 MTs Sunan Kalijogo semakin terasa. Memasuki hari kedua rangkaian acara Milad, halaman madrasah diselimuti atmosfer yang luar biasa meriah. Seluruh siswa dari berbagai kelas berkumpul untuk bersaing dalam aneka lomba tradisional yang menguji kekompakan, konsentrasi, dan kerja sama tim.
Kepala MTs Sunan Kalijogo menyampaikan bahwa perlombaan ini bukan sekadar mencari pemenang. Lebih dari itu, acara ini menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi antar-siswa dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya permainan tradisional yang mulai langka di era digital.
Berikut adalah empat perlombaan seru yang berhasil mengocok perut sekaligus membakar semangat juang para siswa :

  1. Lomba Bangkiak: Uji Kekompakan dan Langkah Seirama
    Perlombaan dimulai dengan riuh rendah penonton saat para peserta mulai memasang kaki di atas papan bangkiak panjang. Dalam lomba ini, tiga hingga empat siswa harus berjalan bersamaan di atas sepasang papan kayu.
    Tantangannya tidak mudah. Jika ada satu saja siswa yang salah melangkah atau kehilangan fokus, seluruh tim akan langsung tumbang. Gelak tawa penonton pecah ketika beberapa tim bertumbangan di tengah lintasan. Namun, dengan aba-aba “kanan-kiri” yang kompak, beberapa kelas berhasil melesat cepat hingga garis finis.
  2. Kirim Karet: Modal Sabar dan Ujung Sedotan
    Lomba kedua yang tidak kalah seru adalah kirim karet menggunakan sedotan yang digigit di mulut. Setiap tim berdiri berbanjar ke belakang. Siswa paling depan bertugas mengambil karet gelang dari wadah menggunakan sedotan, lalu memindahkannya ke sedotan teman di belakangnya tanpa menyentuhnya dengan tangan.
    Suasana mendadak hening seketika saat karet mulai dioper. Para peserta harus menahan napas dan menjaga kepala agar tidak goyang. Lomba ini benar-benar melatih kesabaran, kefokusan, dan kepercayaan antar-anggota tim.
  3. Transfer Bola Tenis: Kecepatan Berbalut Keseimbangan
    Selanjutnya, halaman madrasah kembali memanas dengan lomba transfer bola tenis. Mirip dengan kirim karet, perlombaan ini menuntut bola tenis estafet berpindah dari depan ke belakang. Bedanya, media yang digunakan berupa sedotan pegangan balon.
    Kecepatan dan keseimbangan menjadi kunci utama. Bola tenis yang bulat dan mudah menggelinding membuat para siswa harus bergerak lincah namun tetap hati-hati. Teriakan histeris dari pendukung kelas menggema setiap kali bola hampir terjatuh dari wadahnya.
  4. Pasak Botol: Konsentrasi Tinggi di Tengah Riuhnya Suporter
    Sebagai penutup hari kedua yang epik, lomba pasak botol sukses menguras emosi dan konsentrasi. Perwakilan kelas harus memasukkan paku atau pasak yang diikatkan dengan tali di pinggang mereka ke dalam botol yang berada di belakang tubuh mereka.
    Tanpa melihat langsung ke lubang botol, peserta hanya mengandalkan arahan suara dari teman sekelasnya. “Kiri sedikit! Turun! Maju!” teriak para suporter riuh. Ketegangan langsung berubah menjadi sorak kemenangan saat pasak berhasil masuk ke dalam botol.
    Menuju Puncak Milad ke-58
    Rangkaian penyisihan lomba tradisional pada hari kedua ini berjalan dengan sukses dan penuh sportivitas. Besok dihari ketiga, akan berlangsung babak semi final sekaligus final perebutan juara 1, 2, dan 3. Melalui kegiatan ini, MTs Sunan Kalijogo berhasil membuktikan bahwa kebersamaan dan kebahagiaan sederhana bisa tercipta lewat permainan-permainan warisan leluhur.
    Aroma persaingan sehat antarkelas ini menjadi modal semangat yang luar biasa untuk menyambut hari-hari berikutnya menuju puncak perayaan Milad ke-58 MTs Sunan Kalijogo yang semakin dekat.