
Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Yayasan Al Hisyamy Kediri
Cahaya matahari yang masuk melalui celah jendela seolah menyatu dengan antusiasme ribuan siswa yang berkumpul untuk memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Acara ini bukan sekedar rutinitas tahunan, melainkan sarana penguatan karakter Islami di tengah tantangan zaman.
Bertempat di Halaman Utama MTs Sunan Kalijogo, Senin 19 Januari 2026 / 30 Rajab 1447 Hijriah acara peringatan isra’ mi’raj yang diikuti aleh siswa-siswi, guru dan karyawan seluruh lembaga dibawah naungan Yayasan Al Hisyamy Kediri, mulai dari RA Kusuma Mulia, MI Raudlatut Tholabah, MTs dan MA Sunan Kalijogo dapat berlangsung dengan penuh hikmat. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan sholawat yang dilantunkan oleh grup rebana Yayasan Al-Hisyamy Kediri, dilanjut dengan pembacaan kalam Ilahi, kemudian Tawasul yang dipimpin oleh K.H. Imam Hanafi, Istighosah oleh Drs. H. Rochman, M.Pd.I, serta pembacaan Maulidurrasul dan Mahalul Qiyam.
Setelah Mahalul Qiyam acara dilanjutkan dengan sambutan mewakili Pimpinan Lembaga dibawah Naungan Yayasan Al Hisyamy Kediri yang diwakili oleh Bapak Drs. Tamam selaku Kepala Madrasah Aliyah. Dalam sambutannya, Drs. Tamam menceritakan tentang perjalanan malam Rosullallah SAW saat isro’ mi’raj. Yang pada intinya kita sebagai umat Islam harus percaya bahwa peristiwa tersebut benar terjadi. Walaupun secara logika sangat sulit diterima. Dan ini menunjukkan Bahwa betapa agungnya Sang Maha Pencipta Allah SWT.
Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa besar saat Nabi Muhammad SAW memperoleh berbagai pengalaman dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi dirinya, umatnya serta alam semesta. Pengertian Isra’ sendiri adalah perjalanan nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqso, sedangkan Mi’raj adalah perjalanan nabi Muhammad SAW dari Masjid Al-Aqso menuju Sidrotul Muntaha (langit ke tujuh).
Kemudian, dilanjutkan dengan tausiyah/mauidhoh hasanah yang mengupas makna dan hikmah dari peristiwa Isra’ Mi’raj. Al Mukarom Romo KH. Najib Zamzami, pembina yayasan Al-Hisyamy Kediri, menjelaskan secara mendalam tentang perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW ke Sidratul Muntaha dan pengalaman mendalam yang beliau alami.

Peringatan isra’ mi’raj menumbuh kembangkan dan memantapkan jiwa untuk mengikuti jejak Baginda Rasul Muhammad SAW. Kanjeng Nabi didawuhi oleh Allah SWT agar disampaikan kepada kita semua untuk menjalankan sholat lima waktu. Sholat lima waktu harus dilakukan dengan Istiqomah, Fadhail Nawafil dan kewajiban yang ada, syarat rukun nya, wudhu nya, menghadap kiblat, kesucian lahir batinnya ditata semua. Dan itu penataan yang diajarkan dari madrasah kita mulai jenjang MI, MTs, MA. Oleh karena itu, camkanlah ilmu itu untuk menjadikan ibadah kita yang benar. Karena sholat adalah menduduki “Ro’sun” (رَأْسٌ) ibadah, yang artinya sholat adalah kepalanya ibadah.
Ada beberapa hikmah yang bisa kita petik dari peristiwa isra’ mi’raj ini. Pertama, Tingginya derajat kehambaan, Dalam surat Al-Isra’ ayat satu, menceritakan peristiwa Isra’ Mi’raj, yang mana kata ‘abdun’ yang artinya hamba digunakan untuk menyebut Muhammad SAW. Hal tersebut menunjukkan bahwa Nabi SAW adalah hamba yang benar-benar bertakwa pada Allah SWT serta memperoleh derajat yang begitu mulia di sisi Allah SWT. Kedua, Pembekalan dakwah yang tangguh, Sebelum terjadinya peristiwa Isra’ Mi’raj, orang-orang terdekat Nabi SAW dan yang selalu mendukung misi dakwahnya silih berganti wafat. Sedangkan di sisi lain, Nabi SAW terus mendapat penindasan dari kaum Kafir Quraisy. Ujian yang datang bertubi-tubi ini Allah berikan agar Nabi SAW benar-benar tangguh dalam menyampaikan dakwah. Ketiga, Menyampaikan kebenaran meski pahit, Setelah malam Isra’ Mi’raj, Nabi SAW menyampaikan kepada penduduk Mekkah apa yang baru saja dialaminya. Namun banyak yang tak percaya mengenai cerita ‘tak masuk akal’ tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa, kebenaran tetap harus disampaikan, meski pahit karena banyak mendapat penolakan. Keempat, Syariat Nabi Muhammad SAW, menghapus syariat Nabi terdahulu, Saat Isra’ Mi’raj, Rasulullah SAW jadi imam shalat untuk Nabi-nabi terdahulu. Hal ini jadi bukti mereka patuh dan mengikuti ajaran Nabi SAW sekaligus jadi isyarat bahwa syariatnya tersebut telah menghapus syariat Nabi-nabi terdahulu.
Dengan acara peringatan tersebut, di harapkan siswa-siswi MTs Sunan Kalijogo menjadi generasi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, melainkan juga religius dalam menyebarkan kebaikan. Dan MTs Sunan Kalijogo sebagai instansi pendidikan, akan konsisten dalam memfasilitasi seluruh kegiatan sekolah, guna untuk mencetak generasi tangguh, berakhlak mulia yang mampu beradaptasi dengan Perkembangan teknologi & zaman.

