Semarak Hari Santri Nasional, Ratusan Siswa Yayasan Al Ishlahiyyah Bersatu dalam Upacara Khidmat di MTs Sunan Kalijogo

Semarak Hari Santri Nasional, Ratusan Siswa Yayasan Al Ishlahiyyah Bersatu dalam Upacara Khidmat di MTs Sunan Kalijogo

Matsasuka – Ratusan santri dan pelajar yang bernaung di bawah Yayasan Al Islahiyyah berkumpul menjadi satu dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional. Suasana khidmat dan penuh semangat nasionalisme menyelimuti halaman MTs Sunan Kalijogo, yang pada tahun ini ditunjuk sebagai pusat pelaksanaan upacara gabungan antar-lembaga pendidikan di bawah yayasan.
Upacara bendera yang digelar pada pagi hari ini diikuti oleh seluruh elemen pendidikan Yayasan Al Islahiyyah, mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas, yakni MI Roudlotut Tolabah, MTs Sunan Kalijogo, hingga MA Sunan Kalijogo. Hadir pula seluruh jajaran pengurus yayasan, kepala madrasah dari masing-masing unit, beserta jajaran guru dan staf tata usaha.

Lautan Sarung dan Busana Muslim Putih
Ada pemandangan yang berbeda sekaligus ikonik pada pelaksanaan upacara kali ini. Sesuai dengan tradisi pesantren, seluruh peserta upacara putra—baik siswa maupun guru—kompak mengenakan baju koko putih lengkap dengan sarung dan peci hitam. Sementara itu, peserta upacara putri tampil anggun mengenakan busana muslimah putih dan kerudung senada. Perpaduan ini menciptakan pemandangan layaknya lautan putih yang melambangkan kesucian tekad dan identitas santri yang melekat kuat.
Upacara diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh pasukan pengibar bendera gabungan. Kedisiplinan tinggi yang ditunjukkan oleh para petugas membuat momen pengibaran bendera berlangsung sangat sakral diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, seluruh peserta dengan lantang bersama-sama mengikrarkan Resolusi Jihad dan Ikrar Santri Indonesia sebagai pengingat sejarah perjuangan kaum sarungan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Maulidah Khasanah: Meneladani Kiai NU Merebut Kemerdekaan RI
Puncak kekhidmatan acara berlanjut pada sesi Maulidah Khasanah yang disampaikan oleh Romo K.H. Muhammad Najib Zamzami. Dalam tausiahnya yang memukau, beliau mengupas tuntas lembaran sejarah kemerdekaan Republik Indonesia yang tidak bisa dilepaskan dari peran besar para ulama dan kiai Nahdlatul Ulama (NU).
Beliau menceritakan bagaimana fatwa Resolusi Jihad yang digelorakan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari mampu menggerakkan santri dan masyarakat untuk maju ke garis depan medan pertempuran. “Kemerdekaan ini ditebus dengan darah dan doa para kiai serta santri. Oleh karena itu, tugas kalian sekarang adalah menjaga warisan mulia ini dengan belajar sungguh-sungguh dan menjaga keutuhan NKRI,” pesan Romo K.H. Muhammad Najib Zamzami di hadapan ratusan pasang mata yang menyimak dengan penuh takzim.

Pelepasan Balon dan Unjuk Gigi Marching Band MI Roudlotut Tolabah
Usai menyerap ilmu dari sejarah perjuangan para kiai, suasana yang semula khidmat berubah menjadi sangat meriah. Sebagai simbol penerus cita-cita bangsa yang menjunjung tinggi kedamaian dan prestasi, acara dilanjutkan dengan pelepasan ratusan balon ke udara oleh jajaran pengurus Yayasan Al Islahiyyah didampingi para kepala madrasah. Langit di atas halaman MTs Sunan Kalijogo seketika dihiasi warna-warni balon yang membubung tinggi, diiringi tepuk tangan meriah seluruh peserta.
Kemeriahan perayaan semakin memuncak berkat penampilan hiburan dari Marching Band MI Roudlotut Tolabah. Dengan seragam yang gagah dan penuh warna, para siswa-siswi madrasah tersebut sukses memukau penonton lewat aransemen lagu-lagu nasional dan islami yang rancak. Ketukan drum dan tiupan terompet yang energik memberikan suntikan semangat tersendiri yang menutup rangkaian Hari Santri tahun ini dengan kesan yang mendalam.
Semangat kebersamaan yang terjalin erat hari ini diharapkan dapat terus membawa MTs Sunan Kalijogo bersama MI dan MA Sunan Kalijogo menuju madrasah yang makin hebat dan bermartabat.
Selamat Hari Santri Nasional! Santri Siaga Jiwa Raga