
Puncak Milad ke-58 MTs Sunan Kalijogo: Melangitkan Do’a melalui Majlis Dzikir wa Maulidurrasul SAW
Kediri – Rangkaian panjang peringatan Milad ke-58 MTs Sunan Kalijogo akhirnya mencapai puncaknya pada hari terakhir. Setelah berhari-hari diisi dengan kompetisi tradisional antarkelas yang seru dan ketangkasan pramuka se-Karesidenan Kediri, hari penutup ini dikemas secara religius dan khidmat. Madrasah menyelenggarakan Majlis Dzikir wa Maulidurrasul SAW sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan 58 tahun mencetak generasi islami.
Halaman madrasah yang sebelumnya menjadi arena lomba kini disulap menjadi lautan putih. Ribuan jamaah yang terdiri dari pengurus yayasan, kepala madrasah, para guru, staf, seluruh siswa-siswi, wali murid, hingga masyarakat sekitar hadir memadati lokasi sejak pagi hari. Pakaian putih yang dikenakan para jamaah menciptakan pemandangan yang sejuk dan penuh ketenangan.

Berikut adalah momen-momen penuh berkah yang menghiasi hari puncak Milad ke-58 MTs Sunan Kalijogo:
- Lantunan Dzikir dan Pembacaan Manakib: Mengetuk Pintu Langit
Acara diawali dengan pembacaan dzikir, istigosah, dan doa bersama yang dipimpin oleh para tokoh agama serta sesepuh madrasah. Suasana mendadak hening dan berubah menjadi penuh kekhusyukan saat ribuan kalimat tayibah mulai digemakan.
Kekhidmatan semakin bertambah saat majelis melantunkan *pembacaan Manakib Syekh Abdul Qodir Al Jaelani RA. Melalui pembacaan riwayat kesalihan sang *Sulthonul Auliya (rajanya para wali) ini, seluruh keluarga besar madrasah berharap bisa meneladani ketakwaan beliau serta mendapatkan keberkahan (karomah) mengalir untuk kelancaran proses belajar-mengajar di MTs Sunan Kalijogo. Rasa haru dan syukur membuncah di tengah-tengah alunan zikir yang bergaung membelah pagi. - Gema Maulidurrasul SAW: Ungkapan Cinta kepada Sang Nabi
Puncak kekhidmatan semakin terasa saat majelis memasuki pembacaan kitab maulid. Iringan tabuhan rebana dari tim hadrah madrasah mengalun selaras dengan lantunan selawat yang dibawakan secara serempak oleh ribuan jamaah.
Suara gemuruh selawat ini menjadi bukti cinta yang mendalam dari keluarga besar MTs Sunan Kalijogo kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Melalui momen ini, pihak madrasah berharap seluruh siswa-siswi dapat meneladani akhlak mulia Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. - Tausiyah Sejarah Oleh Romo K.H. Muhammad Najib Zamzami: Merawat Sanad dan Perjuangan Sesepuh
Suasana majelis semakin khidmat saat Romo K.H. Muhammad Najib Zamzami naik ke atas panggung untuk memberikan tausiyah agama. Dalam ceramahnya yang menyentuh hati, beliau mengajak seluruh jamaah untuk membuka kembali lembaran sejarah dan merawat ingatan tentang asal-usul berdirinya MTs Sunan Kalijogo.
Beliau mengisahkan bagaimana madrasah ini pertama kali dirintis dan didirikan oleh para sesepuh yang penuh ikhlas dan gigih berjuang, yaitu *Romo K.H. Abdullah Mun’im Ismail, **Romo K.H. Abdul Basir, dan **Romo K.H. Isomudin. Perjuangan suci para sesepuh ini kemudian membuahkan berkah yang luar biasa setelah mendapatkan restu langsung dari ulama besar kharismatik, *Hadrotus Syekh Mbah Yai Makhrus Aly Lirboyo.
Kisah sejarah ini menjadi suntikan motivasi bagi para guru dan siswa untuk terus menjaga amanah, meneruskan estafet perjuangan para pendiri, serta menjaga nilai-nilai luhur kepesantrenan yang menjadi fondasi utama madrasah. - Prosesi Potong Tumpeng: Simbol Syukur 58 Tahun Berkhidmat
Sebagai puncak dari rasa syukur, acara dilanjutkan dengan prosesi potong tumpeng secara simbolis di atas panggung. Kepala madrasah didampingi oleh para jajaran pengurus yayasan dan tokoh agama memotong puncak tumpeng sebagai tanda syukur atas bertambahnya usia madrasah yang ke-58.
Suapan pertama tumpeng ini diserahkan kepada perwakilan sesepuh, yang langsung disambut tepuk tangan dan ucapan syukur dari seluruh jamaah yang hadir. Tumpeng ini menjadi simbol kemakmuran, berkah, dan harapan agar MTs Sunan Kalijogo selalu dinaungi kebaikan di masa depan.
Menatap Masa Depan yang Lebih Gemilang
Acara puncak ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh para kiai. Kepala MTs Sunan Kalijogo mengungkapkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh panitia, donatur, dan masyarakat yang telah menyukseskan seluruh rangkaian acara Pra-Milad hingga hari puncak ini.
Menginjak usia ke-58 tahun, MTs Sunan Kalijogo berkomitmen untuk terus berbenah, berinnovasi, dan tetap teguh berdiri sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul, kompetitif, dan berakhlakul karimah di Karesidenan Kediri dengan memegang teguh restu dan barokah para pendiri.


